25 May 2006

Si Manis Jembatan hati


Mahluk manis itu masih saja mentapku dengan penuh kedalaman makna. Entah makna apa yg ada, mungkin hanya dia yg tahu, dan hanya menduga-duga yg saya bisa. Yang aku lihat hanyalah seolah-olah mata itu mempunyai suatu ruang yang teramat dalam, teramat tak tersentuh, teramat tak mempunyai dasar yg pasti, dan tentu saja teramat kuragukan ungkapanya.
Entah mengapa, akhir- akhir ini tatap mata itu selalu menemani hari-hariku, menyapaku setiap pagi dan sore, bahkan malam-pun disaat aku terpaksa melembur pekerjaan. HHHmmm..... ada apa ini ??? Apakah aku sudah dihantuinya ??? atau ........ aaarrgh, tidak !! ku tak ingin berpikir lebih, biarlah begitu saja adanya dan aku malah senang dengan rasa tak tergambarkan ini. Melenakanku dan membuatku berdesir penuh keingin tahuan, mungkin itu kata yg tepat tuk mendeskripsikanku saat ini. Atau.... adakah kau tahu ??? Atau hanya ku yg bodoh saja tak bisa tuk mengerti dan mengartikan-nya. Entahlah ..... !!!
Wahai Tatapan mata yg dalam.
Sang waktu tentu saja tak kan mengalah, selalu saja menggulirkan peristiwa dan keadaan hamba-Nya yg tak berdaya. Demikian pula kini hari-hariku jauh setelahnya. Bila dulu aku terpesona dengan kedalaman matanya, kini sudah pasti bertambah lagi. Yg aku tahu, ternyata senyumnya begitu indah, bak bunga tanpa dosa yg mekar tak terhalang. Sepertinya kutak ingin melenyapkannya dari dlm otak-ku, sepertinya ingin kupenjara saja dia dlm kehidupanku, menghunjamkan dalam-dalam disetiap sendiku, dan ..... aahh, ternyata ego-ku masih berbicara juga dan seperti biasa, aku masih ngeles juga bahwa itulah manusia, seseorang yg normal dan wajar-wajar saja. Namanya juga manusia, ya ??? ( Sunguh aku manusia tak tahu diri ya ?? )
Wahai senyum yg teramat manis.
Kini Sang waktu menggantikan si musim yang selalu menurut. Menyerangku dengan penggenapan setengah tahun yg telah berlalu. Dan tentu saja, kutak bisa bosan dengan dia yg mempunyai mata yg dalam dan senyum yg manis itu. Bahkan kini, derai tawa dan air mata selalu kita alami bersama. Kemajuan yg teramat indah bukan ??? Dan aku masih bahagia selalu terlena dengan si dia. Aaahh..... apa bedanya kini aku dengan seorang pemabuk dan pe-ngedrugs ??? heheh.....
Dengan teramat nyata, si dia telah begitu saja meracuniku penuh kelembutan dan kasih sayang. Merajai hari demi detik yg ada, meraup semua kedataran yg sebelumya akrab di hari-hariku. Bahkan kini kuakui, aku terlalu terlena dengan dunia lain ini, dunia yg selalu penuh suka duka kebersamaan, dunia yg ternyata tak pernah aku bayangkan, bahkan terbersit-pun tidak. Sungguh melemahkanku setiap melihat tatap matanya, sehingga semakin enggan ku memikirkan-nya. Berlebihankah daku menyikapinya ???? Ahh.... mau saja kututup telinga ini agar tak kudengar cemoohmu. Bahkan nasehat- nasehat-mu yg kan membuatku bimbang nantinya. Biarlah jangan kau tanyakan kembali, tentang semua yg kulakukan kini.
Semakin lama berselang, bak seorang kolektor memanjakan barang antiknya, semakin hati-hati pulalah aku merawat si dia, menemaninya bersenda gurau disetiap waktu yg sengaja kuiris- iris, bahkan selalu kurengkuh dlm hangat peluk-ku semampu yg kucoba hadirkan disaat mata itu ternodai oleh air yg terlalu bening. Yahh.... apa dayaku kini ??? seoalah satu hati ini dengan dia.... sepertinya begitu saja berkelana dan tiba-tiba saja kuterbangun dalam indahnya kebersamaan. Hhhm...
Wahai dia yg tlah berkelana dihatiku.
Sehingga tentu saja Sang Waktu masih dengan pongahnya menjukkan jari kepadaku. Sebelumya ku tak merasa, kutak ingin berpikir yang berlarut-larut. Hingga sampailah saat yg tak pernah aku duga itu. Mungkin dia hadir memang sedang meng-eja diriku, menghanyutkan kesadaran akan kelarutanku. Bahkan, mata itu selalu saja mencariku saat demam tinggi menjalar, merengut senyum nan manis itu. Sedih aku ..... !!!!! Sunguh hanya senyum tulus tertuang dalam galaunya pilu hati ini. Dan senyum inilah yg kuharapkan sebisaku menemani lemahnya hari-harimu di ranjang putih rumah sakit ini. Kutakingin mata itu terpejam hanya karena gigitan kecil si penghisap darah yg entah darimana datangnya. Walau akhirnya kita memang benar berpisah, ahh... bukan,.... sungguh bukan itu kata yg tepat !!! Aku tahu kau hanya sekedar pulang kpd-Nya, sekedar memenuhi panggilan-Nya, sampai jumpa disana.... jangan bosan menunggu aku ya !!!!

lop.....Sudahlah lepaskan semua. Kuyakin kini waktunya. Mungkin saja kau bukan yg dulu lagi. mungkin saja rasa itu telah pegi. dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi, satu pintaku jangan kau tanyakan kembali, rasa yg kutinggal mati,. seperti hari kemaren saat semua disini. Dan bila hatimu termenung, menghindari mimpi2mu..........membuka hatimu yg dulu..... cerita saat bersamaku......... ( by peterpan )


( Teruntuk : Seorang gadis kecil bermata syahdu dan senyum yg takkan kulupa, ingatkah kau pertama kita bertemu ??? Iya, inilah aku yg selalu kau sapa dibawah jembatan tol , selalu disetiap pergi dan pulangku dari kantor, bahkan hangat matamu yg selalu menemaniku pulang dari larutya pekerjaan di malam kelam. Ingatan itu takkan pudar, bahkan disaat semua otot ditubuhmu terhenyak tegang karena kuminta kau bersamaku menggapai mimpi-mimpimu. Bahkan kelopak mata indahmu yg membesar, saat kupinang kau menjadi anak asuhku.
Ma'afkanlah aku ... !!!! Hanya sampai disini yg bisa kuberikan, terima kasih hai gadis kecilku !!! Kau tlah hadirkan senyum itu, tlah kau hunjamkan tatapan mata itu. Aku tahu kau akan selalu menemani hari esok-ku dengan segenap ikhlas yg mengiringmu , bahkan disaat 7 tahun berlalu saat kita terakhir kali berpisah . Dan selama 7 tahun itu pula-lah selalu kuhadirkan wangi bunga di makam-mu disetiap mingguku. Dan takan kulupa, selalu kuceritakan indahnya matamu, manisnya senyum-mu kpd dua buah hatiku yg kini menggantikanmu. Eh, senyum mereka kok mirip senyum manismu ya ??? Sekedar harapku, semoga harum wangi-nya sampai disuatu tempat yg indah, dimana kau menungguku ... semoga !!! )

Nb.
Ma'ap. tulisan diatas jangan diambil hati, palagi dipikirin dalem-2. Semua hanyalah mengada-ada belaka. Jangan berprasangka yg tidak-tidak yaaa.... kesamaan nama dan tempat adalah ketidak sengajaan. ( emang ada nama dan tempatnya ya??? heehe... ). CCuupppp..... cuupp... don't U cry tonight .... !!!!



Picts : http://mynicespace.com

8 comments:

unai said...

ah mosok cuman mengada ada ? yang bner le? sapa tuh gadis bermata syahdu? huhuy kenelno simbah yo le

Susan said...

hihihi puitis juga ya tapi ngga di ambil hati deh,

lucu matanya kedip2 terus kelilipan melulu ya! ijooo pulaaa hehehe

Rho Mayda said...

ada kesamaan tempat tuh
di bawah jembatan
sama dg lagune red hot chili pepper 'under the bridge'
halah

kisah nyatakah??? bahasamu kok nyeni banget, koyo bahasane novel, salah, koyo bahasane roman. wesyeh. nggaya ki....

itu kenapa tiba2 ada makamnya?

Bverly said...

Ah jadi malu..masih ingat aja kalau kita pernah ketemu di under the bridge..hehehehe*kabur*

Mus said...

kok aku bacanya merinding, ya? Hmm... kisah nyata atau..

ah, pokoknya bikin merinding.

Sisca said...

Teruntuk seorang gadis bermata sipit yg aduhai...siscakah itu ??? *geer boleh ya *

MnX said...

pakdhe, dalem banget deh tulisannya. Standing applause deh buat kamu dah bikin tulisan begitu...

salam ya buat pemilik mata indah & senyum yang manis itu ^_^

Ken said...

Serius nih mengada-ada ???