04 March 2007

seadanya itu bisa !!!!

Bila kita pernah ber-ujar, Dia-lah Allah Maha segala-galanya, semua dalam hidup ini adalah tentang-Nya, bahkah disetiap sisi kecil hidup kita. Tapi, benarkah kita sudah menerapkanya disetiap jengkal alam kehidupan kita ??? Baik kita manusia sebagai sisi individu, sisi sosial dgn masyarakat maupun org lain, bahkan kehidupan kita dengan pasangan hidup kita ??? Sudahkah segalanya mengacu dengan kuat kepada-Nya ???
Pertanyaan yg sedikit tapi butuh perenungan lebih dalam tentunya.
Contoh kecil : Pas waktu sholat ada sinteron bagus, milih ngeliat sinetron dulu dan menunda sholat ?? atau menyegerakan sholat ??? dsb...dsb....
Tapi( menurut saya ), jika kita renungkan saja, memikirkanya terus, maka kita tidaklebihlah hanya "abang-abang lambe" karena ilmu yg sedikit tapi diterapkan dan diamalkan tentu lebih baik dari ilmu selangit tingginya tapi tidak ada dalam penerapan kehidupan sosok yg bersangkutan.
Jadi, kenapa tidak kita sederhanakan saja dengan "hanya" melakukan sesuatu yg jelas tuntunan-Nya, tentu saja dengan ikhlas lahir batin, legowo alias lapang dada tanpa banyak pikir dan pertanyaan. Sebab, terkadang kita justru dipedaya oleh sesuatu hal yg kita buat rumit sendiri. Ada beberapa kasus yg lebih baik kita lakukan tanpa begitu rumit mempertanyakan segalanya. Saya masih salut sama satu cerita nenek tua, dimana dia enggak punya siapa-siapa, tetapi dia begitu rajin menyapu halaman suatu masjid, setiap hari dipagi dan sore-nya ( tanpa bayaran sepeserpun ). Bahkan mas yg takmir masjid mau menyumbang uang lelah untuk si nenek, beliau tetep keukeuh enggak mau. Ketika ada seseorang yg tertarik dan menanyakan-nya, maka sungguh indah dan sangat tidak kita nyana jawaban si nenek tadi, yaitu " Nak, mbah itu sudah tua, mbah juga miskin, ngga punya apa-apa buat ngumpulkan bekal ke akherat nanti, ngga punya uang buat ngamal, ngga bisa kayak orang lain yg ngumpulkan zakat dan berkorban. Ya ini sajalah yg bisa mbah lakukan. Bagi Mbah, membersihkan rumah Allah tentu saja membuat nyaman org lain beribadah, dan disetiap ayunan sapu lidi ini, mbah banyak-banyak dzikir, Mbah cuma bisa melakukan ini dan berharap semoga Allah bisa ridho dengan keterbatasan Mbah beribadah "
Nah, bukankah beribadah bisa kita lakukan dengan segala kesederhanaan dan ke-seada-nya hidup kita ?? Mungkin yg perlu kita pertanyakan ialah adanya kemauan dan tekad kita saja.........

Quote of d day :
"Alangkah indahnya mahkota, tetapi lebih indah jika ada dikepala sang Raja. Alagkah indahnya mutiara perhiasan tetapi lebih indah jika ia menghias leher si gadis. Alangkah indahnya nasihat dan pelajaran, tetapi lebih indah bila disampaikan oleh seorang alim yg saleh lagi bertakwa" ( wiseman )

3 comments:

babah loeng said...

aku setujuuuu

Yang imutsss said...

Bah, kowe nandi tho saiki?
Kok ngilang??

Oiyaa PakDheku, aku setuju juga ma dikau...
Tapi..............

MnX said...

tapi aku sedang rumit pakdhe T_T