Cerdas,
itulah satu kata impian banyak orang. Dia bersinonim dengan kata smart (kayaknya) !! Menurut saya dan kayak'nya', saya sendiri lebih memilih untuk menjadi cerdas daripada pintar / clever. Apakah cerdas dan pintar berbeda ??? bagi saya tentu saja iya !!! Orang cerdas pastilah org pintar juga, tapi orang pintar blum tentu cerdas, bukankah begitu ??? bagaimana kita membedakan antara cerdas dan pintar tsb ?? bagaimana kalo saya mengandaikan keduanya dalam peristiwa berikut :
Ada dua orang sebuat saja bernama Joni dan Doni ( Bukan nama sebenarnya, red ). Mereka berangkat menggunakan kendaraan dari kota A menuju kota B dengan jarak sekian km. Nah, karena Joni orang yg pintar, dia akan menghitung jarak kota B sekian km dan jika dia menjalankan kendaraan dengan kecepatan rata-rata sekian km perjam , maka dia akan sampai kota B dlm sekian jam sekian menit, sehingga jika Joni pengen cepet sampai maka dia akan menambah kecepatan kendaraanya sekian km perjam agar rata-rata kecepatan kendaraanya bertambah sehingga memperkecil waktu tempuh.
Laen ladang laen pula belalangnya, sehingga Berbeda dengan belalangnya Doni, sosok Doni bukan memilih mempercepat waktu, tapi bagaimana memperpendek jarak tempuh, sehingga otomatis akan pula memperpendek waktu tempuh ke kota B, sehingga dia lebih memilih mencari jalan bypass/ jalan shortcut atau jalan tembus ke kota B. walaupun jalan tembus itu mungkin hanya dilalui kendaraan dg lebih pelan dan berliku, toh misalnya saja ialah paling apes dia akan tiba di kota B sama dengan Joni, tapi .......... ????? yg pasti Doni telah lebih efisien dlm hal tenaga nyetir dan bahan bakar, gituuuuuuuuuuuuuuu.............
Nah, begitu pula sebaiknya kita menjalani hidup, tidak hanya pintar tapi juga kudu smart. Bisakah ??? Ya tentu saja bisa dunks, caranya ????? bila kita menghadapi maslah hidup, maka biarlah pikiran-pikiran kita melanglang buana agar tak hanya sekedar satu keputusan berdasarkan pemikiran, tapi juga segala rasa dan hati ikut terlibat, yaitu dengan berpikir lebih.... lebih ...... dan lebih 'wise' dari biasanya ..... sehingga semoga selalu bertambah luaslah, dan dalamlah samudra pemikiran kita, sehingga jangan sampai peribahasa sperti katak dlm termpurung mengena kpd kita, apalagi anak ayam mati dilumbung padi yo ???
Nb.
latansa_syahid (12/07/2007 9:01:24): Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh nikmat. [QS. Asy-Syu’ara: 83-85]
Selama aku menjadi manusia, sering ku bertanya.....apakah yg kulakukan sudah selayaknya manusia ??? atau hanya menjadi manu-SISA belaka ??? Semoga, langkah yang ter-engah ini dapat menuju jalanNya....entah bagaimana.....
12 July 2007
09 July 2007
What color is your brain ?
| Your Brain is Green |
Of all the brain types, yours has the most balance. You are able to see all sides to most problems and are a good problem solver. You need time to work out your thoughts, but you don't get stuck in bad thinking patterns. You tend to spend a lot of time thinking about the future, philosophy, and relationships (both personal and intellectual). |
=================
latansa_syahid (05/07/2007 19:15:47): ...Carilah kekuatan di gelapnya malam, Di sujud-sujud panjang, Di syahdunya tilawah, Di laparnya shaum, Sesungguhnya setiap hamba itu lemah dan 4JJI sajalah Pemilik Kekuatan Sempurna...
14 June 2007
Mengeluh
Begitulah sewajarnya sikap manusia bila tertimpa suatu beban hidup. Cuman masalahnya ialah jika mengeluh sudah menjadi suatu kebiasaan hidup, sehingga ada hal kecil saja sudah membuat dia sambat /mengeluh dan parahnya sang pelaku tidak merasa bahwa dia selalu mengeluh, sehingga yg paling merasakan kuping panasnya justru orang2 disekitar kita, sehingga(lagi) bagaimanakah kita menyikapinya ????
Menurut saya seorang ( tentu hanya saya saja ), lebih baik menelaah bagaimana hal tsb bisa muncul dlm diri seseorang ??? dan hemat saya, mengeluh bukan tidak boleh, tapi tentu saja kudu ada porsinya kan ????
Jujur aja, Saya sendiri sebenernya sering mengeluh tentang bayka hal berkaitan dg kehidupan ini, tapi..... what i do ??? Bagi saya lebih baik mengeluh tp didlm hati sajalah, lebih praktis dan efisien ( kecuali tentu saja jk keluhan saya mau disampaikan kpd seseorang atau pengen keluhan saya didengar org lain ).Tentu saja dengan mengeluh saya jadi tahu apa yg saya keluhkan, kemudian kudu muncul pikiran "perlukah saya keluhkan hal tsb ?", jika tidak maka saya kudu buang jauh-2 kelaut aja,namun sebaliknya, jika ternyata perlu ??? tentu saja saya harus ada pikirian lain tentang suatu solusi dari apa yg saya keluhkan. Jadi harapan saya ialah pikiran dan hati saya terfokus dg "solusi dr keluhan", bukan malah hanya memendam makan ati yg akan meledak kemudian. Dengan bgt, minimal tdk membuat kuping panas org lain .... atau bahkan mencegah org lain tuk berpikiran negatip kpd kita. Lebih lebih lebih baik lagi sih menghadapi hidup dengan tulus, dengan ikhlas dan dengan lapangan dada, sehingga semoga terhindar dari serangan stroke dan darah tinggi karena kebanyakan makan ati..... ya to ????
Satu hal lagi : Jika kita adalah mahluk hidup, kenapa ngga sepatutnya kita mencintai hidup dan kehidupan itu sendiri, apapun dan bagaimanapun kisah yg terjadi ????
The last : Disetiap peristiwa kehidupan sendiri pastilah ada udang dibalik batunya, alias pasti ada hikmah yg terkandung dan bisa disikapi dengan bijak. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, Begituuuuuuuuuu..............
Nb . Ma'ap, menurut asas praduga tak bersalah yg seharusnya anda anut, bahwa kemaren saya sempet menghilang dari peredaran karena satu-satunya alasan yg saya buat-buat adalah kesibukan hidup itu sendiri ( plus muud yg saling ber-benang merah ). Saya yakin, anda tidak rindu, tidak kangen, dan tidak ewes-ewes kpd saya.... tapi yakin-lah bahwa ada satu dua hal yg membuat anda mengunjungi blog jelek ini sehingga paling enggak bisa membuat suntikan semangat dan memacu adrenalin menulis saya yg semoga terus kambuh lagi..... begitu !!!
Saya juga ngga begitu peduli jika blog jelek ini membuat inspirasi hidup anda, bahkan memetik satu dua pelajaran dari tulisan-tulisan yg ada, karena apa ?? karena semua tergantung anda dan sifat sikap anda menjalani dan memahami hidup, termasuk bagaimana sikap anda terhadapa blog jelek ini. Oke ????
"Sudahkah anda bijak hari ini ??? "
Menurut saya seorang ( tentu hanya saya saja ), lebih baik menelaah bagaimana hal tsb bisa muncul dlm diri seseorang ??? dan hemat saya, mengeluh bukan tidak boleh, tapi tentu saja kudu ada porsinya kan ????
Jujur aja, Saya sendiri sebenernya sering mengeluh tentang bayka hal berkaitan dg kehidupan ini, tapi..... what i do ??? Bagi saya lebih baik mengeluh tp didlm hati sajalah, lebih praktis dan efisien ( kecuali tentu saja jk keluhan saya mau disampaikan kpd seseorang atau pengen keluhan saya didengar org lain ).Tentu saja dengan mengeluh saya jadi tahu apa yg saya keluhkan, kemudian kudu muncul pikiran "perlukah saya keluhkan hal tsb ?", jika tidak maka saya kudu buang jauh-2 kelaut aja,namun sebaliknya, jika ternyata perlu ??? tentu saja saya harus ada pikirian lain tentang suatu solusi dari apa yg saya keluhkan. Jadi harapan saya ialah pikiran dan hati saya terfokus dg "solusi dr keluhan", bukan malah hanya memendam makan ati yg akan meledak kemudian. Dengan bgt, minimal tdk membuat kuping panas org lain .... atau bahkan mencegah org lain tuk berpikiran negatip kpd kita. Lebih lebih lebih baik lagi sih menghadapi hidup dengan tulus, dengan ikhlas dan dengan lapangan dada, sehingga semoga terhindar dari serangan stroke dan darah tinggi karena kebanyakan makan ati..... ya to ????
Satu hal lagi : Jika kita adalah mahluk hidup, kenapa ngga sepatutnya kita mencintai hidup dan kehidupan itu sendiri, apapun dan bagaimanapun kisah yg terjadi ????
The last : Disetiap peristiwa kehidupan sendiri pastilah ada udang dibalik batunya, alias pasti ada hikmah yg terkandung dan bisa disikapi dengan bijak. Tergantung bagaimana kita menyikapinya, Begituuuuuuuuuu..............
Nb . Ma'ap, menurut asas praduga tak bersalah yg seharusnya anda anut, bahwa kemaren saya sempet menghilang dari peredaran karena satu-satunya alasan yg saya buat-buat adalah kesibukan hidup itu sendiri ( plus muud yg saling ber-benang merah ). Saya yakin, anda tidak rindu, tidak kangen, dan tidak ewes-ewes kpd saya.... tapi yakin-lah bahwa ada satu dua hal yg membuat anda mengunjungi blog jelek ini sehingga paling enggak bisa membuat suntikan semangat dan memacu adrenalin menulis saya yg semoga terus kambuh lagi..... begitu !!!
Saya juga ngga begitu peduli jika blog jelek ini membuat inspirasi hidup anda, bahkan memetik satu dua pelajaran dari tulisan-tulisan yg ada, karena apa ?? karena semua tergantung anda dan sifat sikap anda menjalani dan memahami hidup, termasuk bagaimana sikap anda terhadapa blog jelek ini. Oke ????
"Sudahkah anda bijak hari ini ??? "
27 March 2007
Di Pojokan Ruang makan
Ini adalah satu cerita, tentang satu motivasi yg didpt dari obrolan saya dengan satu orang teman dengan masing-2 satu piring ( pas lunch gt ) di satu ruangan makan di suatu kantor.Dari awal berbicara tentang Pulau Bali sampai ngelantur yg macem2 tentang kisah muda dia dulu.
Beliau bercerita bahwa dulu pas awal-2 merid, ya seperti bujangan laenya sih, mikir gimana bisa hidup dan menghidupi anak istri, mo dijadikan kek gmn keluarga saya, dsb...dsb.....
Nah, pas beliau menjadi seorang pegawai kecil disuatu perusahaan besar, beliau mulai berbenah hidup bersama istri tersayang. Saat itu beliau sedang bekerja di kota sejuk, yaitu Bandung. Dalam berbenah rumah tangganya, beliau juga sempet tertarik dengan asuransi-asuransi yg diharapkan bakal memperlancar hidupnya dijangka panjang nanti. Kemudian...... sebelum sempat ngambil asuransi yg ditawarkan, beliau mengambil kreditan rumah seharga 7 juta (saat itu ) sehingga segala asuransi yg beliau rencanakan dibatalkan dulu. Kebetulan, pas cicilan rumah udah habis, beliau pindah kerja ke kota lain sehingga mau ngga mau rumah yg dengan susah payah dia cicil akhirnya beliau jual. Pada saat itu beliau berhasil menjual rumah tsb dengan harga 30 juta.
Berbekal hal tsb, akhirnya beliau mengalihkan pikiran rencana jangka panjang hdpnya, dari awal ingin mengambil asuransi beralih menjadi membeli rumah atau tanah untuk kehidupan jangka tertentu dan jangka panjangnya. Beliau berpikir gini : "Untuk anak-anak saya bersekolah sampai kuliah atau tamat nanti, misalnya Jika saya mengambil asuransi dengan total biaya 100juta dengan premi sekian-sekian/bulan untuk beberapa tahun kemudian, maka kenapa enggak saya pakai saja uang bayar premi tsb untuk mencicil tanah atau rumah ? Padahal jikasaja kebetulan saya waktu itu ngga bisa
nyicil premi, akan hangus pula uang yg sebelumnya saya setor. Seperti yg terjadi sekarang ini, saya ambil perumhan di Purwokerto dulu seharga 80juta secara kredit untuk anak saya si A. Dan sekarang ??? begitu 6 bulan kemudian anak saya butuh uang buat kuliah dengan total estimasi biaya sampai dia lulus nanti ialah sekian-sekian-sekian, ternyata kemudian saya jual rumah tsb bisa seharga 170jt sehingga tidak saja anak saya bisa kuliah tapi sekalian membeli mobil buat dia walau bukan mobil yg mahal. Jadi setiap anak diusahakan sudah ada plot tersendiri. Dengan keuntungan saya yg begitu luamayn banyak, kamu jangan nganggep saya punya duit banyak plus rumah dimana-manaa, tapi bagaimana ber-invest dari yg awalnya sedikit sehingga bisa untuk menjamin anak-anak kamu kelak "
Begitulah....kisah beliau diilhami justru oleh kejadian awal beliau dipindah lokasi kerja ke tempat yg jauuuhhhhh........
( sekarang beliau selain menjadi pegawai, selalu termotivasi untuk menjadi broker tanah yg dalam 6 bulan saja sekali njual bisa sampe laba 50-80 juta )
Kemudian, bagaimana menurut anda ???? Enaknya asuransi apa mbeli tanah/rumah ??? hehehehehe.......... silahkan anda bandingkan antara pendapatan kita dari suransi untuk beberapa tahun kemudian dengan peningkatan nilai harga tanah / rumah dengan beberapa tahun kemudian ( dengan kesamaan jumlah tahun )
Tips : pemikiran broker tanah/rumah tentu saja tidak hanya asal beli, banyak pertimbangan-2 laen seperti letak rumah / perumahan, lokasi penduduk sekitar ( misal org lagi butuh duit, biasanya mereka jual murah, rata-rata sih diperumahan pensiun/purnawirawan yg biasanya butuh duit buat nyekolahin anak )
Okeh.... cerita diatas hanyalah sekedar cerita saja, tanpa maksud apa-apa, apalagi ngajak hal yg berbau negatip ( lha wong saya aja wangi kok ! )
Beliau bercerita bahwa dulu pas awal-2 merid, ya seperti bujangan laenya sih, mikir gimana bisa hidup dan menghidupi anak istri, mo dijadikan kek gmn keluarga saya, dsb...dsb.....
Nah, pas beliau menjadi seorang pegawai kecil disuatu perusahaan besar, beliau mulai berbenah hidup bersama istri tersayang. Saat itu beliau sedang bekerja di kota sejuk, yaitu Bandung. Dalam berbenah rumah tangganya, beliau juga sempet tertarik dengan asuransi-asuransi yg diharapkan bakal memperlancar hidupnya dijangka panjang nanti. Kemudian...... sebelum sempat ngambil asuransi yg ditawarkan, beliau mengambil kreditan rumah seharga 7 juta (saat itu ) sehingga segala asuransi yg beliau rencanakan dibatalkan dulu. Kebetulan, pas cicilan rumah udah habis, beliau pindah kerja ke kota lain sehingga mau ngga mau rumah yg dengan susah payah dia cicil akhirnya beliau jual. Pada saat itu beliau berhasil menjual rumah tsb dengan harga 30 juta.
Berbekal hal tsb, akhirnya beliau mengalihkan pikiran rencana jangka panjang hdpnya, dari awal ingin mengambil asuransi beralih menjadi membeli rumah atau tanah untuk kehidupan jangka tertentu dan jangka panjangnya. Beliau berpikir gini : "Untuk anak-anak saya bersekolah sampai kuliah atau tamat nanti, misalnya Jika saya mengambil asuransi dengan total biaya 100juta dengan premi sekian-sekian/bulan untuk beberapa tahun kemudian, maka kenapa enggak saya pakai saja uang bayar premi tsb untuk mencicil tanah atau rumah ? Padahal jikasaja kebetulan saya waktu itu ngga bisa
nyicil premi, akan hangus pula uang yg sebelumnya saya setor. Seperti yg terjadi sekarang ini, saya ambil perumhan di Purwokerto dulu seharga 80juta secara kredit untuk anak saya si A. Dan sekarang ??? begitu 6 bulan kemudian anak saya butuh uang buat kuliah dengan total estimasi biaya sampai dia lulus nanti ialah sekian-sekian-sekian, ternyata kemudian saya jual rumah tsb bisa seharga 170jt sehingga tidak saja anak saya bisa kuliah tapi sekalian membeli mobil buat dia walau bukan mobil yg mahal. Jadi setiap anak diusahakan sudah ada plot tersendiri. Dengan keuntungan saya yg begitu luamayn banyak, kamu jangan nganggep saya punya duit banyak plus rumah dimana-manaa, tapi bagaimana ber-invest dari yg awalnya sedikit sehingga bisa untuk menjamin anak-anak kamu kelak "
Begitulah....kisah beliau diilhami justru oleh kejadian awal beliau dipindah lokasi kerja ke tempat yg jauuuhhhhh........
( sekarang beliau selain menjadi pegawai, selalu termotivasi untuk menjadi broker tanah yg dalam 6 bulan saja sekali njual bisa sampe laba 50-80 juta )
Kemudian, bagaimana menurut anda ???? Enaknya asuransi apa mbeli tanah/rumah ??? hehehehehe.......... silahkan anda bandingkan antara pendapatan kita dari suransi untuk beberapa tahun kemudian dengan peningkatan nilai harga tanah / rumah dengan beberapa tahun kemudian ( dengan kesamaan jumlah tahun )
Tips : pemikiran broker tanah/rumah tentu saja tidak hanya asal beli, banyak pertimbangan-2 laen seperti letak rumah / perumahan, lokasi penduduk sekitar ( misal org lagi butuh duit, biasanya mereka jual murah, rata-rata sih diperumahan pensiun/purnawirawan yg biasanya butuh duit buat nyekolahin anak )
Okeh.... cerita diatas hanyalah sekedar cerita saja, tanpa maksud apa-apa, apalagi ngajak hal yg berbau negatip ( lha wong saya aja wangi kok ! )
04 March 2007
seadanya itu bisa !!!!
Bila kita pernah ber-ujar, Dia-lah Allah Maha segala-galanya, semua dalam hidup ini adalah tentang-Nya, bahkah disetiap sisi kecil hidup kita. Tapi, benarkah kita sudah menerapkanya disetiap jengkal alam kehidupan kita ??? Baik kita manusia sebagai sisi individu, sisi sosial dgn masyarakat maupun org lain, bahkan kehidupan kita dengan pasangan hidup kita ??? Sudahkah segalanya mengacu dengan kuat kepada-Nya ???
Pertanyaan yg sedikit tapi butuh perenungan lebih dalam tentunya.
Contoh kecil : Pas waktu sholat ada sinteron bagus, milih ngeliat sinetron dulu dan menunda sholat ?? atau menyegerakan sholat ??? dsb...dsb....
Tapi( menurut saya ), jika kita renungkan saja, memikirkanya terus, maka kita tidaklebihlah hanya "abang-abang lambe" karena ilmu yg sedikit tapi diterapkan dan diamalkan tentu lebih baik dari ilmu selangit tingginya tapi tidak ada dalam penerapan kehidupan sosok yg bersangkutan.
Jadi, kenapa tidak kita sederhanakan saja dengan "hanya" melakukan sesuatu yg jelas tuntunan-Nya, tentu saja dengan ikhlas lahir batin, legowo alias lapang dada tanpa banyak pikir dan pertanyaan. Sebab, terkadang kita justru dipedaya oleh sesuatu hal yg kita buat rumit sendiri. Ada beberapa kasus yg lebih baik kita lakukan tanpa begitu rumit mempertanyakan segalanya. Saya masih salut sama satu cerita nenek tua, dimana dia enggak punya siapa-siapa, tetapi dia begitu rajin menyapu halaman suatu masjid, setiap hari dipagi dan sore-nya ( tanpa bayaran sepeserpun ). Bahkan mas yg takmir masjid mau menyumbang uang lelah untuk si nenek, beliau tetep keukeuh enggak mau. Ketika ada seseorang yg tertarik dan menanyakan-nya, maka sungguh indah dan sangat tidak kita nyana jawaban si nenek tadi, yaitu " Nak, mbah itu sudah tua, mbah juga miskin, ngga punya apa-apa buat ngumpulkan bekal ke akherat nanti, ngga punya uang buat ngamal, ngga bisa kayak orang lain yg ngumpulkan zakat dan berkorban. Ya ini sajalah yg bisa mbah lakukan. Bagi Mbah, membersihkan rumah Allah tentu saja membuat nyaman org lain beribadah, dan disetiap ayunan sapu lidi ini, mbah banyak-banyak dzikir, Mbah cuma bisa melakukan ini dan berharap semoga Allah bisa ridho dengan keterbatasan Mbah beribadah "
Nah, bukankah beribadah bisa kita lakukan dengan segala kesederhanaan dan ke-seada-nya hidup kita ?? Mungkin yg perlu kita pertanyakan ialah adanya kemauan dan tekad kita saja.........
Quote of d day :
Pertanyaan yg sedikit tapi butuh perenungan lebih dalam tentunya.
Contoh kecil : Pas waktu sholat ada sinteron bagus, milih ngeliat sinetron dulu dan menunda sholat ?? atau menyegerakan sholat ??? dsb...dsb....
Jadi, kenapa tidak kita sederhanakan saja dengan "hanya" melakukan sesuatu yg jelas tuntunan-Nya, tentu saja dengan ikhlas lahir batin, legowo alias lapang dada tanpa banyak pikir dan pertanyaan. Sebab, terkadang kita justru dipedaya oleh sesuatu hal yg kita buat rumit sendiri. Ada beberapa kasus yg lebih baik kita lakukan tanpa begitu rumit mempertanyakan segalanya. Saya masih salut sama satu cerita nenek tua, dimana dia enggak punya siapa-siapa, tetapi dia begitu rajin menyapu halaman suatu masjid, setiap hari dipagi dan sore-nya ( tanpa bayaran sepeserpun ). Bahkan mas yg takmir masjid mau menyumbang uang lelah untuk si nenek, beliau tetep keukeuh enggak mau. Ketika ada seseorang yg tertarik dan menanyakan-nya, maka sungguh indah dan sangat tidak kita nyana jawaban si nenek tadi, yaitu " Nak, mbah itu sudah tua, mbah juga miskin, ngga punya apa-apa buat ngumpulkan bekal ke akherat nanti, ngga punya uang buat ngamal, ngga bisa kayak orang lain yg ngumpulkan zakat dan berkorban. Ya ini sajalah yg bisa mbah lakukan. Bagi Mbah, membersihkan rumah Allah tentu saja membuat nyaman org lain beribadah, dan disetiap ayunan sapu lidi ini, mbah banyak-banyak dzikir, Mbah cuma bisa melakukan ini dan berharap semoga Allah bisa ridho dengan keterbatasan Mbah beribadah "
Nah, bukankah beribadah bisa kita lakukan dengan segala kesederhanaan dan ke-seada-nya hidup kita ?? Mungkin yg perlu kita pertanyakan ialah adanya kemauan dan tekad kita saja.........
Quote of d day :
"Alangkah indahnya mahkota, tetapi lebih indah jika ada dikepala sang Raja. Alagkah indahnya mutiara perhiasan tetapi lebih indah jika ia menghias leher si gadis. Alangkah indahnya nasihat dan pelajaran, tetapi lebih indah bila disampaikan oleh seorang alim yg saleh lagi bertakwa" ( wiseman )
22 February 2007
Uaannyyeellllll.....
Pernah ngga disekitar anda menjumpai suatu bentuk orang yg keras, yg uanyelll, sulit diajak ngobrol, sulit menerima masukan org lain apalgi bawahan, trus sak karep udel dewe, apalagi dlm ngobs biasane jadi biang huru hara ( misal : ngobrolnya jadi bersitegang, penuh arena misuh dan makian , dsb...dsb.... ) ?????????????????????
Kemudian.... bagaimana kita menganalisa dia ??? Saya yakin Tuhan telah memberikan satu bentuk orang tsb dengan maksud agar kita itu "belajar" bercermin dan empati terhadap orang lain. Disebut "belajar" karena di dunia ini tentu Allah memberi panduang kpd kita, dan tentu saja termasuk contoh-contoh mana yg baik dan tidak baik, sehingga dengan dihadirkanya banyak contoh di dunia ini akan membuka wawasan dan kebijaksanaan hati maupun pikiran. Trus, "empati" bukan berarti "rempelo ati " itu.... tapi turut mempelajari sesuatu dari kehidupan orang lain, termasuk sisi baik maupun buruk agar kita juga bercermin " adakah sisi-sisi kita yg masih perlu diperbaiki ??? bahkan kalo perlu diubah secara drastis ??? " begitulah ......
Jadi bukan nya malah membicarakan orang lain, menyindir-nyindir apalagi membokong seseorang. Ingat, bencana bisa datang dari lidah yg tidak dijaga , tetapi anugerah dan pahala juga bisa berlimpah karena lidah yg bertaji karena-Nya !!!! Jadi diam itu kan belum tentu emas ... cobalah kita bayangkan, jika disekitar kita ada sodara kita yg kebetulan melenceng, lagi ngga inget saama jalan yg benar, kalo kita diam malah bukan nya ikut berdosa ??? Jangan-jangan karena itulah ada masyarakat yg selalu tertimpa bencana, bahkan karena hal sepele yaitu ada beberapa manusia jahat tapi manusia yg baik hanya berdiam diri saja. tau kenapa ??? karena jika kita berdiam diri, maka hal-hal yg kurang baik/ jahat malah bisa menybar disekitar kita, membentuk koloni kuat yg bisa juga mempengaruhi manusia baik menjadi jahat bahkan saking kuatnya sehingga membelenggu manusia baik yg memegang prisip diam itu emas. ya kan mas ???
Jadi, jika ada jargon " membelalah yg benar" tentu kebenaran absolut n mutlak hanya kebenaran-Nya ( sepakat ??? ).... so,bukan kebenaran menurut org2 maupun koloni masyarakat tertentu tok. Jika dikumpulan anda ada 5 orang saja, tentu juga ada 5 isi kepala yg berbeda bukan ??? dan tentunya akan membiliki kebenaran versinya masing-masing kepala.Jadi kebenaran yg ada dimuka bumi ini kan kebenaran yg relatif, fleksibel, dan dinamis.....
Kembali ke ...........laptop !!!
( krn saya sedang ngetik make benda pinjeman itu )
Kemudian, tahukah anda jika anda memiliki ilmu maka ilmu setinggi apapun belum akan menjadi ilmu yg berkah jika tidak digunakan dengan baik dan bijaksana ???? Maka, jalan berilmu anda tentu akan menjadi lebih meriah dan ber-urai pahala jika itu digunakan dijalan-Nya .... Aminnnn............ !!!!!!
Nah, aplikasinya ya tentu saja kpd orang-orang disekitar anda yg mempunyai kekuatan dan kekerasan hati dan ke-huanyellll-an pikiran yg kebetulan lagi 'sakit' ....... jadi, suudahkah kita saling menasehati disekitar kita ?????
Jangan-lah kita sakit hati jika sedang diingatkan dan di-penging orang lain, boro-boro emosi, mendingan dipikirkan dulu dng kepala ademmmm .... kalo perlu dimasukin ke bak mandi dulu .... dan lebih enak lagi kepalanya dimasuki es teler aja.... ( terutama yg gratisan.... hehehehe ! ) dan tanyakanlah kpd diri sendiri : " jangan-jangan, saya emang seperti itu , jangan-jangan saya lagi salah jalan, ....hehehehehe "
Quote of d day :
""Hendaklah kamu ber amar ma'ruf nahi munkar. Jika tidak, Allah akan menjadikan penguasamu orang-orang yg paling jahat dianatar kamu. Kemudian, orang2 yg baik diantara kamu berdoa, tetapi DO'A mereka tidak DIKABULKAN " ( hr abu dzar )
14 February 2007
Loving day 'n everyday
Setiap hari, disetiap jengkal saat yg ada.... Alhamdulillah hidup saya selalu merasa penuh dengan kasih sayang yg tak terkira. Yaitu sebuah kasih sayang yg takada bandinganya bahkan oleh anda dan siapapun yg lg mencinta, dan oleh sebab itulah saya engga mau membanding-bandingkan kasih sayang yg saya dapat dengan hari ini, sebuah perayaan kasih sayang. Bagi saya , kenapa perlu diarayakan ??? apa kudu ??? oowwhh... mungkin sebagai prasasti pengingat akan makna kasih sayang. Lhah kemudian saya bertanya : " apa bener perlu sebuah perayaan pengingat kasih sayang ?? apa sedemikian parahnyakah sehingga pada lupa adanya kasih sayang disetiap waktunya.... yaitu kasih sayang-Nyalah yg selalu lebih bermakna dari makna kasih sayang apapun yg ada dimuka bumi ini ??"
Atau.... jangan-jangan anda adalah orang yg kurang kasih sayang ?? sehingga membutuhkan suatu tonggak dan lahirnya satu perayaan untuk memperingatinya ??? ( terlepas dari sejarah valentine itu sendiri ).
Atauuuu..... anda adalah orang yg berlebihan kasih dan sayang ??? sehingga bingung membaginya ????
Alangkah indahnya jika kasih sayang yg anda luapkan adalah rejeki bagi para saudara kita yg kebanjiran ?? yg kekurangan ??? yg lagi kena bencana ??? yg tentu saja satu lembar selimut seharga setangkai kembang mawar pink akan lebih berarti bagi mereka ??? Atau satu doz mie yg lebih mengganjal perut kelaparan daripada sebuah bantal yg pink juga ???
Entahlah..... bagaimana anda menyikapinya .... yg pasti kasih sayang harusnya ada setiap hari, disaat dan waktu yg tepat, juga di manusia yg tepat !!!! Bisakah kita menjadi mausia yg tepat ?? tentu saja bisa jika kita memiliki hati dan pikiran yg tepat !!! juga orientasi hidup dan sifat tingkah laku yg tepat !!!!
Walau ngga tepat-tepat amat.... yo jangan melencenglah yawww.....
pokoknya, yg saya setuju ialah bahwa manusia sudah mendapatkan kasih sayang yg wahhhh dariNya setiap hari dan wajib dunks menjaga dan memeliharanya sebaik mungkin, otre ???
"Bukanlah org yg berakal yg dapat membedakan antara yg baik dan buruk, tetapi orang yg berakal ialah yg mampu membedakan antara dua kebaikan dan dua keburukan "( Wiseman )
09 February 2007
Sang Kutu

Kutu itu menyelinap begitu saja, entah berasal darimana... atau entah dia lahir di bagian mana rumah ini. Satu hal yg pasti, begitu pinter dia menyusup tiap celah tersempit segala yg dirumah ini. Entah itu celah yg terjangkau oleh kuasa manusia, ataupun yg sama sekali tak terpikirkan di otak kita. Sungguh suatu hal yg menyebalkan dan membuat risih. Tapi !!! kenapa ada pula yg udah terbiasa dan menganggapnya sebelah mata ????
Tahukah kau jika sang kutu menyelinap dan mencuri sedikit demi sedikit direlung rumahmu, dari segala benda dan tubuhmu, jika saja dia selalu bernaka pinak dengan kasat mata olehmu... akan kau selasa nyaman dengan itu semua ?? atau jangan-2 krena saking kecilnya sehingga sang kutu yg berkembang biak kau acuhkan ???
Sungguh saya sendiripun merasa begitu sulit memberantas sang kutu, yg selalu demikian pintar berkelit dan menghindar ... juga pintar beranak pinak tanpa kita sadar. Andai saja rumahmu sudah roboh atau kan kau robohkan dengan mengganti yg baru, alngkah akan terkejutnya kau akan tersingkapnya semua kutu-kutu yg berlarian diatas laku hidup rumah itu.
Asal kau tahu saja, bila sang kutu menggerogoti tubuh rumah itu desikit demi sedikit, atau menyerap darah dan meminta makanan dari dirimu ... maka akan kuatlah nampak yg ada dengan sejuta kerapuhan dan rongga didalamnya. Lalu ?? bagiamanakah kita kan memberantas dan kalo bisa mencegah sang kutu berkeliaran dan menyelusup disegala punya kita ????
Keterangan =
1. Kutu = suatu sifat/tingkahlaku/perbuatan/hal kecil yg tanpa sadari merusak kehidupan kita
2. Rumah = Diri kita dengan segala apa yg melekat punya kita.
"Tidak semua cinta membahagiakan. Bahkan, ada yg menjadi sumber kecemasan dan kesusahan, kecuali cinta yg berlandaskan kasih sayang mawaddah wa rahmah " ( wiseman )
25 January 2007
Inner beauty dgn Kesejahteraan batin
Pernah nggak anda melihat wajah seseorang yg begitu meneduhkan ?? Begitu menenangkan ??? Berkharisma ?? walau kalo diliat-liat wajahnya biasa-biasa saja atau standart pasar-an ????
Kenapa bisa begitu ya ????
Satu hal yg saya tahu, apabila hati kita tenang, tentram, cool dgn apasaja yg terjadi... kemudian hati itu tawadu( rendah hati ) terhadap hati-hati lain..... maka InsyaAllah akan merembet kpd tenangnya pikiran-pikiran kita yang akhirnya akan menimbulkan positip thinking yg ber-efek samping ganda, yaitu selain aura kejiwaan yg terpancar kuat, maka ketenangan akan mengalir melewati sel darah keseluruh tubuh sehingga kesehatan jasmani juga akan ter-raih. Org yg tenang, selalu tentram tanpa iri dengki, bukankah jantungnya akan bekerja lebih stabil ?? tidak kenyot-kenyot ??? plus tekanan darah juga grafiknya stabil ga parah-arah amat ??? sehingga pula strezzzzz ga akan nongol, akhirnya pikiran-pikiran negatip maupun "otak lelah" tak kan menghantui. Apakah logika saya diatas masih kurang ??? Entahlah....
Yang pasti,kesejahteraan batin sejak dini akan mendatangkan kebaikan psikis yg mutlak. Selalu gada salahnya untuk menggapai kesejahteraan batin demi menggapai seluruh kehidupan kita yg berkualitas. Bagaimana caranya ??? hanya satu-satunya cara klasik yg selalu umat manusia 'enggan' menempuhnya, yaitu mendekatkan diri kepada-Nya Sang pemberi kebahagiaan sejati dan ketentraman tak berlaksa ........
jadi ????.......... sedang mengejar apakah anda sekarang ??? apa sajakah yg udah anda lakukan ???
Kenapa bisa begitu ya ????
Satu hal yg saya tahu, apabila hati kita tenang, tentram, cool dgn apasaja yg terjadi... kemudian hati itu tawadu( rendah hati ) terhadap hati-hati lain..... maka InsyaAllah akan merembet kpd tenangnya pikiran-pikiran kita yang akhirnya akan menimbulkan positip thinking yg ber-efek samping ganda, yaitu selain aura kejiwaan yg terpancar kuat, maka ketenangan akan mengalir melewati sel darah keseluruh tubuh sehingga kesehatan jasmani juga akan ter-raih. Org yg tenang, selalu tentram tanpa iri dengki, bukankah jantungnya akan bekerja lebih stabil ?? tidak kenyot-kenyot ??? plus tekanan darah juga grafiknya stabil ga parah-arah amat ??? sehingga pula strezzzzz ga akan nongol, akhirnya pikiran-pikiran negatip maupun "otak lelah" tak kan menghantui. Apakah logika saya diatas masih kurang ??? Entahlah....
Yang pasti,kesejahteraan batin sejak dini akan mendatangkan kebaikan psikis yg mutlak. Selalu gada salahnya untuk menggapai kesejahteraan batin demi menggapai seluruh kehidupan kita yg berkualitas. Bagaimana caranya ??? hanya satu-satunya cara klasik yg selalu umat manusia 'enggan' menempuhnya, yaitu mendekatkan diri kepada-Nya Sang pemberi kebahagiaan sejati dan ketentraman tak berlaksa ........
jadi ????.......... sedang mengejar apakah anda sekarang ??? apa sajakah yg udah anda lakukan ???
22 January 2007
Takut Merit ??

Waduww....
barusan chats sama seseorang, dan lagi-lagi tentang jodoh. Dan satu hal yg menarik yg barusan saya lihat di telepisi ialah diwawancarainya seorang seleb yg belum dapet jodoh, padahal dia manis,cantik,cakep,dsb...dsb.... Dia berharap jodohnya itu lelaki yg beriman aja udah cukup baginya. Namun, batin saya kemudian berkata " walahhh... yg bener aja.... lha wong dianya aja lagi diwawancara make baju minim gitu" Kemudian saya terus aja mbatin kalo menurut saya, seseorang yg beriman itu pasti berkriteria yg nyaris sama bagi semua orang, ya kan ???? ya ahli agama, soleh, taat beribadah, dsb...dsb.... Satu hal yg pasti, apa mungkin seseorang yg beriman itu akan memilih dia ??? yg masih make baju minim itu ??? yg lagi diwawancara di diskotik gt ..... ???
Nah, balik lg ama chats siang ini ama seseorang tadi , yaitu tentang peribahasa " Jodohmu adalah cermin bagi dirimu sendiri". Kemudian dia bingung, " Jadi kalo saya pengen dapet org beriman, orang soleh, saya kudu jadi org yg beriman dan soleh dulu ya ??? " ........... exactly... nyaris bener menurut saya.... tapi yg lebih afdol lagi ialah Tuhan itu Maha Adil, jadi seperti apa kita sekarang ini, Dia akan memberikan yg terbaik bagi kita sesuai apa yg ada di kita. Nah, kalo kitanya lagi ga bener ?? lagi engga lurus ?? kemudian datang jodoh kita ??? Penyesalan bukankah selalu ada di belakang ????
Akan seperti apakah jodoh kita,entah itu ganteng, cakep, jelek,dsb.... memang DIA yg Maha Mengatur dan Maha Tahu.... tapi coba bayangkan sajalah, jika ada dua individu yg mencoba bersatu, pasti dunks ada dua budaya yg berbenturan dan ga berjalan mulus.... jadi wajar lah yaw......
Mangkanya, bagi saya yg terpenting adalah " Siapa saja yg menjadi jodoh kita, lebih utama jika kita menerima secara totalitas dan ikhlas tentang satu paketnya dia, entah bagusnya...baiknya... bahkan jelek dan kekkurangan maupun kelemahan2 dia.... tuk selamanya !!!! "
Jika hati udah bisa ikhlas dan tulus saling menerima dan memberi .... saya yakin Allah akan meridhoi dan memberkahi pasangan tsb untuk menuju dan berproses di jalan-Nya. Apalagi kalo ngga diberikan hadiah kebahagiaan dan ketentraman keluarga ?? APAPUN itu kondisinya.... entah itu saat dia kaya... atau miskin .... atau bahkan paling tragis sekalipun.
Seperti contoh asahan berlian yg melalui banyak proses menyakitkan, tapi hasilnya ?? begitu mempesona dan menawan ..... dan mahal lagi !!! atau ngga usah jauh-jauh , batu bata buat dinding rumah aja kudu melalui proses press, kemudian dibakar bbrp lama untuk bisa digunakan, begitu pula kehidupan ini....
Jadi,bagi yg ragu-ragu mo merit ialah jangan takut terhadap masalah-2 yg mungkin akan timbul, karena itu adalah proses kita dlm pembelajaran dan pendewasaan diri. Jangan takut sama hal-hal yg belum pasti sedangkan kita bisa merencanakan sebaik-baiknya. Bila takut melarat, berarti anda tdk yakin akan rejeki dan kasih sayang-Nya , jika anda takut berkomitmen berarti anda sudah memutuskan satu-satunya tali penghubung setengah "dien" anda dengan-Nya. Jika anda takut akan kekecewaan nantinya, bukankah anda sendiri yg mengurung pikiran dan batin anda dengan hal tsb ??? (Pdhl ada sejuta kemungkinan dan harapan di dunia ini ).
Sebaiknya sih singkirkan aja pikiran-pikiran negatip yg berawalan dengan kata-kata " jangan-jangan.....bla..bla..bla... " Bukankah hidup lebih enjoy dengan positip thinking ???? Buat apa repot-repot sama sesuatu yg belum terjadi ??
Mantapkan hati dengan jalan-Nya, sesuaikan hidup dengan irama-Nya, berjalanlah dengan langkah tegap-Nya, sehingga jangan heran jika ntar kita dikaruniai kebersamaan dan ke-eratan melalui hidup dengan senandung-Nya. Tidak akan tumbuh tanaman kecuali dengan adanya tanah dan air. "
Aaaiihh.... indahnya....!!!! Tergantung dari sudutpandang manakah yg anda pakai ????
Subscribe to:
Posts (Atom)